TIPS DAN TRIK MEMBASMI MALWARE
Bagaimana langkah-langkah membasmi malware di komputermu.
Apa saja yang perlu dipersiapkan dan bagaimana melakukannya.
Komputer Anda lambat dan saat menjalankan aplikasi tertentu
tiba-tiba komputer reboot sendiri, muncul pesan di bawah layar bahwa komputer
“sudah tertular” dan disarankan mengakses Internet untuk mengunduh. Anda tahu
ada yang aneh terjadi. Ketika dibawa ke tempat reparasi komputer, Anda
disarankan memback-up file-file penting dan memformat ulang karena komputer
terinfeksi malware. Apakah tidak ada jalan lain untuk mengatasinya?
Malware adalah peranti lunak berbahaya yang merugikan di
mana yang termasuk di dalamnya adalah kategori virus, trojan, worm, dialer, hijackers
dan sejenisnya. Tujuan mereka jelas untuk merusak, mangganggu atau memperlambat
kinerja dan produktivitas dalam berkomputer.
Menggantungkan diri sepenuhnya kepada antivirus tidak akan
menjadikan komputer lebih aman. Ibarat membeli peralatan anti kebakaran paling
canggih, di mana hidup keluarga tergantung sepenuhnya kepada alat tersebut.
Tetapi Anda bermain api di dalam rumah dan tidak melakukan tindakan pencegahan
sama sekali.
Untuk belajar memerangi malware akan membutuhkan waktu untuk
menguasainya. Anda harus belajar mengenal dan mengidentifikasi malware,
menyiapkan peralatan dan langkah pembasmiannya. Gali informasi di internet
untuk membantu melawan malware tertentu yang susah diberantas.
Siapkan peralatan berikut sebelum maju membasmi malware
1. Process Viewer
Berguna untuk melihat process yang berjalan di memori secara
realtime dan melihat file yang dipanggil (dijalankan) oleh process tersebut.
Process Explorer dari Sysinternals adalah salah satu yang terbaik. Walaupun
begitu Anda memerlukan process viewer lain karena malware local sering menutup
jalannya Process Explorer sehingga tidak bisa digunakan. Anda bisa mencari di
Google untuk process viewer cadangan lainnya. Salah satu process viewer buatan
anak bangsa adalah Proclister. Proclister tidak mempunyai judul aplikasi,
sehingga sangat membantu jika Process Explorer gagal dijalankan.
2. Registry dan Startup Viewer
Berguna untuk melihat dan memanipulasi registry. Malware
biasanya mencantumkan entri untuk memuat dirinya ke memori saat start-up dan
manipulasi terhadap entri tertentu untuk mempertahankan keberadaannya dan
mempersulit penghapusan dirinya. Dari beberapa peranti lunak sejenis di
internet, Anda boleh mencoba Hijackthis dari Trend Micro dan Autoruns dari
Sysinternals.
3. Antivirus (AV)
Jelas untuk membasmi malware Anda membutuhkan antivirus.
Anda bisa memakai produk mana saja yang ada di internet selama “daftar
buronan”-nya (virus definition) ter-update. AVG Free, Avira Antivir dan Clam
adalah antivirus gratis yang sangat bisa diandalkan.
(Peringatan: Jangan memakai produk AV bajakan! Selain denda
menanti, Anda bisa diblokir produsen sehingga tidak bisa update berkala. Bahkan
ada kemungkinan AV bajakan Anda sendiri diboncengi malware karena Anda
mengunduhnya dari situs web “antah berantah”)
4. Antivirus Lokal
Untuk mengimbangi penyebaran malware lokal (Indonesia) dan mendampingi AV dari produsen luar
Indonesia,
maka Anda membutuhkan AV lokal. Terkadang malware dari Indonesia
(umumnya worm) tidak akan terdeteksi oleh AV luar sampai beberapa hari karena
belum mendapatkan laporan dan sampel untuk dianalisis.
Beberapa AV lokal yang ada sudah mencapai tahap sangat baik
dalam mendeteksi dan membasmi malware Indonesia yang sering menular
melalui flash disk. Anda bisa mencoba AnSAV, PCMAV, Gucup AV, Smada AV dan
Compactbyte AV. Saya menyarankan AnSAV dan PCMAV. Alasan memilih AnSAV karena
kecepatan deteksi, heuristic dan plugins sedangkan PCMAV untuk rilis virus
definitionnya yang cepat (didukung salah satu media komputer Indonesia) dan integrasi
dengan Clam, sehingga bisa mendeteksi sekitar 200.000 virus sampai sekarang.
5. Antispyware
Mengandalkan antivirus tidaklah cukup untuk membasmi
spyware/adware ketika pengguna aktif menggunakan internet. Antispyware bukanlah
antivirus dan sebaliknya. Antispyware mengkhususkan diri untuk melakukan
deteksi dan pembasmian terhadap spyware/adware. Tidak seperti virus, mereka
tidak menyebarkan diri tetapi memanfaatkan ketidaktahuan pengguna dan
menggunakannya untuk mengaitkan diri ke dalam sistem operasi untuk memunculkan
iklan terus menerus, re-direct ke situs tertentu dan mencuri informasi
kebiasaan Anda ketika online. Cobalah AVG Antispyware, Spybot atau Ad-Aware
untuk menghilangkan gangguan ini.
6. Unload and Delete
Ketika Anda menemukan file biang kerok lambatnya komputer
Anda, Andapun menghapusnya dan kecewa karena file tersebut masih digunakan dan
aktif di memori. Untuk benar-benar menghilangkannya gunakan Unlocker, Killbox
atau File Assassin. Tugas mereka melakukan unload program di memori dan menghapusnya.
Bila tidak bisa, mereka akan mencoba setelah reboot.
7. OS Live CD
Bila file malware tertentu tidak bisa dihapus karena
terlanjur sudah dimuat di memori saat start-up. Bila safe mode juga sudah tidak
berguna lagi maka Anda harus melakukan hapus manual melalui live CD. Bart PE
atau Linux Live CD bisa digunakan bukan hanya saat menyelamatkan informasi
berharga tapi juga menghapus file yang “bandel”. Boot dengan Live CD, lakukan mount ke
partisi windows dan berhati-hatilah!
Langkah-langkah membasmi malware
Langkah-langkah dalam membasmi malware sebenarnya cukup
sederhana dan umum. Hanya perlu mengingat “MEM/FILE/REG/BOOT/RESCAN”. Langkah
tersebut dijabarkan sebagai berikut:
1. Lumpuhkan di MEMORY
Percuma untuk menjalankan AV bila malware terlanjur aktif di
memori. Terkadang AV tidak bisa mematikan process virus di memori, hingga Anda
harus ikut membantu memastikan tidak ada lagi yang berbahaya di memori. Langkah
ini sangat penting dan harus dilakukan karena menentukan langkah selanjutnya
berhasil atau gagal. Anda membutuhkan sedikit latihan untuk membedakan mana
process malware dan process legal, karena tidak ada yang baku untuk menentukan nama file atau process
tertentu dikategorikan sebagai malware. Untuk ini Anda harus bisa dan terbiasa
menggunakan Process Viewer.
2. Hapus/Rename FILE
Jika AV dan antispyware Anda tidak berdaya menghapus file
karena selalu terkunci dan tidak bisa dihapus karena terlanjur termuat di
memory, maka Anda harus menghapus paksa dengan software “Unload and Delete” atau
gunakan fasilitas “hapus ketika reboot”. Jika tidak yakin maka sebagai tindakan
pencegahan Anda boleh mengganti ekstensi file tersebut ke non-executable
seperti Q5X.
3. Hapus di REGISTRY
Setelah file terhapus, langkah selanjutnya adalah menghapus
entri di registry sehingga tidak memanggil file tertentu lagi.
4. REBOOT
Reboot ulang komputer Anda untuk memastikan memory bersih,
file “jahat” dihapus saat reboot dan sistem operasi masih berfungsi baik.
5. RESCAN
Walaupun komputer sudah responsif dan bersih, namun tidak
ada salahnya dilakukan scan ulang (rescan) untuk memastikan bahwa sistem
komputer sudah benar-benar bersih. Jalankan process viewer, registry viewer, AV
dan Antispyware sekali lagi.
Jika petunjuk singkat ini memberikan hasil, Selamat! Anda
sudah membantu menciptakan ketenangan berkomputer. Jika tidak, jangan putus asa
karena semua ini membutuhkan waktu dan latihan. Sebagai pengguna komputer, Anda
harus bisa menjaga dan mempraktikkan cara berkomputer yang aman.
Seperti hampir semua antivirus, Antivir juga menyediakan
fasilitas automatic update jika kita mempunyai koneksi langsung ke Internet.
Mengenai Manual Update, dibanding AVG, proses update mungkin agak merepotkan
bagi yang mempunyai koneksi lambat, karena ukuran update hanya satu file dengan
ukuran lebih dari 15 MB, sampai saat ini belum ada pilihan untuk file yang
lebih kecil. Tetapi setelah file update didapat, proses update sangat mudah.
Setiap Anti Virus pasti memiliki kelebihan dan kelemahan.
Setelah menggunakan Antivir, berikut beberapa kelebihan dan kelemahan dibanding
antivirus lain, terutama AVG Free Edition.
Kelebihan :
Mampu mendeteksi virus-virus yang tidak bisa dideteksi anti
virus lain
Terintegrasi dengan pendeteksi Rootkit
Kemudahan untuk mengaktifkan / non aktifkan antivirus.
Proses scan relatif cepat
Pemakaian resources memori yang kecil
Update Virus Definition yang relatif cepat
Ada
fasilitas untuk mencari nama virus, dari daftar yang ada
Mampu menambah Scheduler scan atau update sebanyak mungkin.
Kelemahan :
Kadang salah mendeteksi aplikasi/file sebagai virus.
Customisasi scan hanya untuk drive, tidak bisa untul folder.
Ukuran Update manual yang harus di download cukup besar,
belum ada alternatif yg lebih kecil.
Membuka file karantina yang berisi ribuan akan sangat lama
Aplikasi tidak bisa di maximize.
Tips
Jika virus atau file yang dikarantina cukup banyak, mungkin
ribuan, maka loading pertama kali menu Quarantine akan sangat lambat. Begitu
juga ketika memilih banyak data untuk dihapus dari daftar. Aplikasi mungkin
akan terkesan “hang” cukup lama. Untuk menghapus daftar virus tersebut bisa
dilakukan dengan menghapus file di lokasi berikut (lokasi default):
C:\Documents and Settings\All Users\Application Data\AntiVir
PersonalEdition Classic\INFECTED
Keterangan All User bisa disesuaikan dengan user komputer
yang di install aplikasi
Scan folder tertentu bisa dilakukan dengan fasilitas shell
extention / klik kanan di folder yang diinginkan dan pilih Scan selected files
with AntiVir) atau bisa juga dengan drag folder atau file yang diinginkan ke
window aplikasi.
Anda bisa menggabungkan dua antivirus dalam satu komputer,
misalnya antara AVG Free Edition dan Avira Antivir PersonalEdition Classic.
Yang perlu diperhatikan adalah ketika kedua-duanya mendeteksi virus, maka salah
satu harus diklik ignore agar antivirus yang lain bisa memproses lebih lanjut.
Tips:
Selalu update program antivirus (virus definition dan
engine) agar terhindar dari virus-virus baru. Jika memungkinkan update setiap
minggu atau paling tidak setiap bulan.
Jangan menginstall lebih dari satu antivirus dalam suatu
sistem, karena akan memperlambat sistem tersebut.
Banyak virus yang icon-nya mirip file biasa (misalnya mirip
Microsoft Word atau JPG), padahal file tersebut adalah virus dan memiliki
ekstensi EXE (executable). Untuk menghindari hal seperti ini, buka Windows
Explorer, Tool -> Folder Option -> View. Check pada pilihan Show Hidden
Files and Folder, uncheck pada pilihan Hide Extension for Known Type Files,
uncheck pada pilihan Hide Protected Operating System Files.
Berhati-hati membuka file EXE atau COM dari Internet atau
komputer lain. Selalu scan file yang diperoleh dari luar komputer, apalagi
hasil download dari Internet.
Daftar antivirus di atas diurutkan pada jumlah download di
Softpedia. Antivirus yang paling sering di-download adalah antivirus yang
populer dan dipercaya banyak orang (plus iklan yang bagus). Daftar di atas
tidak diurutkan berdasarkan performa.